Selasa, 07 Juni 2011

Eksistensi Pancasila Dalam Spektrum Kebijakan Publik Indonesia


Setelah reformasi dan menguatnya pemikiran tentang demokrasi, ideologi dasar yang sering dijadikan pijakan oleh pemerintah dalam pembuatan kebijakan publik adalah ideologi-ideologi asing, seperti  modernisme, developmentalisme dan berbagai ideologi barat lainnya. Konsep-konsep tersebut sebenarnya baik, namun terkadang kurang sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia yang ber-bhineka dan memiliki latar belakang sosial-budaya yang berbeda.
Pengadopsian ideologi-ideologi asing tersebut telah membawa Indonesia menjauh dari pancasila. Kebijakan publik yang selama ini kita bangun ternyata belum mampu merepresentasikan nilai-nilai pancasila secara kaffah.
Kita semua mengetahui bahwa disaat robohnya atap SD di berbagai daerah, sama sekali tidak ada esensi kemanusiaan yang adil dan beradab dalam kebijakan pembangunan gedung baru DPR. Tidak ada nilai-nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kebijakan rekruitmen pegawai pemerintahan yang didasari oleh kolusi. Bahkan lebih mengenaskan lagi, tidak ada sila ketuhanan yang maha Esa dalam handphone wakil rakyat (para pembuat kebijakan publik) di DPR. “Lantas dengan dasar apa kebijakan publik yang selama ini disusun oleh para policy maker kita?”.

Kamis, 05 Mei 2011

20 Jari Diantara Jogja-Pemalang: Sebuah Catatan Perjalanan

Perkenalkan nama saya Fuad Setiawan Khabibi, seorang mahasiswa semester akhir di UGM. Hampir 12 tahun saya menuntut ilmu di Yogyakarta. Setelah tamat SD di Pemalang, Jawa Tengah, saya melanjutkan studi ke Yogyakarta hingga sekarang. 12 tahun menuntut ilmu di Jogja membuat saya sering “pulang pergi” mudik ke Pemalang. Karena kebetulan orang tua masih berdomisili di Pemalang. 
 
Pada awalnya, Pemalang terasa sangatlah jauh. Dengan menggunakan travel,  Jogja-Pemalang ditempuh dalam waktu 5-6 jam. “jauh sekali ya..hehehe”, pikir saya pada waktu itu. Namun seiring berjalannya waktu, Jogja-Pemalang terasa sangat dekat. Sebenarnya berapa sih jarak Jogja dengan Pemalang?.
 
Nah.. Jarak Jogja dengan Pemalang sebenarnya relatif, tergantung rute jalan yang teman-teman lewati. Namun, ada sebuah rute jalan terdekat yang menghubungkan Jogja dengan pemalang, yaitu rute melewati  Kota Temanggung, Kota Sukorejo dan Weleri. “Melewati perbukitan yang sangat memanjakan mata.hehehe”. Setelah semester akhir di UGM dan sekian lama sering pulang-pergi Jogja-Pemalang.

Rabu, 06 April 2011

Sabtu, 05 Maret 2011

Filosofi Batik dalam Birokrasi: Sebuah Kajian Hermeuneutik

Pada masa kerajaan majapahit, batik dikenal sebagai salah satu atribut kelengkapan dalam sebuah ritual sebagai pakaian ataupun kain pembalut tubuh. Batik juga dapat melambangkan tingkatan status sosial dalam masyarakat jawa. Pada jaman dahulu, kalangan bangsawan kerajaan biasanya mengenakan batik dengan motif garuda sebagai simbol kekuatan dan kemewahan. Kalangan ningrat (darah biru) juga biasanya menggunakan batik dengan bahan kain sutra yang mengesankan kemewahan dan keagungan. Sedangkan kalangan rakyat jelata hanya menggunakan motif seadanya, seperti motif daun, binatang dan lain sebagainya.
Selain sebagai pertanda pranata sosial, corak batik juga merupakan simbol-simbol penuh makna yang memperlihatkan cara berfikir masyarakat pembuatnya. Dalam tataran budaya, ada beberapa motif batik yang dikenal makna filosofinya. Beberapa motif tersebut seperti :[1]

Kamis, 15 Oktober 2009

Peran capital trust dalam model kebijakan berbasis empowerment

   
Setelah runtuhnya Orde Baru pada masa transisional pasca reformasi, indonesia dilanda oleh krisis kepercayaan yang berkepanjangan. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sangatlah rendah pada masa tersebut. Suatu hal yang sangat rasional yang argumentatif apabila kita melihat track record pemerintahan yang pada saat itu, pemerintahan yang dilanda oleh berbagai kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang sangat parah. KKN yang sudah sangat terorganisir dan sistematis di dalam pemerintahan menyebabkan masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap jalannya roda pemerintahan.

Akibat langsung yang dapat kita lihat pada saat itu adalah timbulnya berbagai demonstrasi, kekerasan dan penjarahan oleh oknum-oknum tertentu dimana-mana. Demonstrasi dan kekerasan tersebut tak lain merupakan sebagai bentuk ketidakpuasan dan ketidakpercayaan terhadap jalannya roda pemerintahan yang di bangun oleh pemerintahan transisional pada masa itu. Masyarakat takut dan ragu menanamkan trust kepada pemerintah. Dan pemerintah pun menghadapi status quo, tidak memiliki kemampuan untuk menumbuhkan kepercayaan dalam masyarakat terhadap pemerintahan.

Mimpiku Semalam Tentang BULOG

Stabilitas harga beras bagi Negara Indonesia merupakan isu penting yang harus di perhatikan pemerintah dan lembaga negara lainnya. Hal ini karena beras merupakan makanan pokok yang di konsumsi masyarakat indonesia pada umumnya. Instabilitas terhadap harga beras dapat berdampak buruk pada stabilitas sosial-politik nasional yang sering diguncang oleh arus demontrasi akibat kenaikan harga barang kebutuhan pokok seperti sembako, bahan bakar minyak (BBM), pendidikan dan lain sebagainya.

Pemerintah sebagai lembaga yang memiliki legitimasi politik untuk mengatur dan menjaga stabilitas harga beras di Indonesia memiliki lembaga khusus non-departemen yang bertugas menangani segala macam persoalan beras di Indonesia. Lembaga tersebut dinamakan BULOG. Sebuah lembaga yang selama ini menangani segala persoalan beras dari mulai menjaga stabilitas harga beras, menjaga stok dan sebagai wadah bagi petani untuk menjual hasil pertaniannya agar terhindar dari para tengkulak.
Sebagai sebuah lembaga yang bertugas menjaga stabilitas harga beras, BULOG seringkali menghadapi berbagai kendala dari segi ekonomi dan politik. BULOG sebagai lembaga non-departemen yang menjalankan mekanisme kegiatan jual-beli beras dari para petani kepada pasar, seringkali mengalami kerugian akibat biaya produksi yang melambung tinggi namun harga beras yang akan dijual kembali terus ditekan oleh pemerintah agar tidak naik.